Sindu Kusuma Edupark
Sindu Kusuma Edupark yang berlokasi di jl magelang km 3 Sleman Yogyakarta ini mulai dikunjungi ribuan wisatawan yang datang dari berbagai wilayah di DIY dan juga Jateng.
Tempat piknik dengan konsep wahana wisata keluarga ini dilengkapi dengan 18 model permainan seperti segway, trampolin, sinema 7 D, mobil-mobilan elektrik dan ditambah arena out bond yang pastinya dapat memanjakan aktivitas liburan keluarga terutama menjelang pergantian tahun.
Ditemui tim gudegnet sore ini di kantor Sindu Kusuma Edupark, Yophi hudjantara, mengungkapkan, semenjak soft opening yang digelar 20 desember lalu, pengunjung telah tembus hingga 1700 orang per hari. "Namun jika dalam kondisi hujan otomatis pengunjung berkurang menjadi sekitar 400 orang," ungkapnya.
Dari 18 wahana yang ada, hingga saat ini baru ada 8 wahana yang telah siap untuk dipergunakan untuk pengunjung, Yophi mengaku akan terus melakukan peningkatan layanan hingga grand opening 14 februari 2015.
Menjelang tahun baru 2015, meski dalam taraf layanan yang terbatas, semenjak 31 desember 2014 - 4 januari 2015, pihaknya menargetkan ada 2000 kunjungan perhari. "Diluar kondisi hujan, kami menargetkan seperti hitungan tadi," tukasnya.
Secara umum, Sindu Kusuma Edupark merupakan ajang wisata malam yang cukup terbilang baru di Yogyakarta. Berkonsep seperti Batu Night Spectacular (BNS) Jatim, tempat yang menggunakan tanah seluas 7 hektar ini dapat menjadi pilihan utama menghabiskan libur tahun baru.
Gembira Loka ZOO
Kebun Binatang Gembira Loka merupakan kebun binatang yang berada di Yogyakarta. Berisi berbagai macam spesies dari belahan dunia, seperti Orang Utan, Gajah Asia, Simpanse, Harimau, dan lain sebagainya. Kebun Binatang Gembira Loka menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan Yogyakarta. Gembira Loka Zoo sempat rusak parah akibat gempa bumi yang mengguncang kota Yogyakarta tahun 2006. Tetapi, setelah direnovasi Kebun Binatang Gembira Loka tetap dicari para wisatawan.
Gembira Loka Zoo merupakan tempat yang tepat untuk anda dan keluarga dalam menjalani liburan bersama baik weekend maupun libur panjang.
Taman Pintar
Taman Pintar Yogyakarta (TPY ) adalah salah satu wisata pendidikan atau wisata edukasi paling banyak di kunjungi di Yogyakarta. Rasanya belum lengkap bila mengunjungi kota Yogyakarta tidak menyempatkan diri bermain ke Taman Pintar Yoyakarta bersama keluarga dan anak-anak. Pada bangunannya menampilkan nuansa modern dan tradisional yang mempunyai keindahan tersendiri. Taman ini menawarkan wahana belajar dan rekreasi yang cukup lengkap untuk anak-anak, baik usia pra sekolah sampai tingkat sekolah menengah. Pada rentang usia tersebut merupakan generasi penerus yang potensial mendapat pencerahan belajar ilmu dann tekhnologi (iptek)
Taman Pintar didirikan atas gagasan dari Walikota Yogyakarta Herry Zudianto SE, Akt, MM yang selanjutnya dibangun diatas tanah seluas 12.000 m2. Wisatawan yang masuk ke taman ini bisa langsung mencoba dan menyaksikan hasil karya dari sebuah inovasi dan teknologi dan permainan yang sangat menarik dan banyak bermuatan edukasi pagi anak-anak.
Terbentuknya taman pintar Yogyakarta semacam ini sebelumnya terinspirasi dari berdirinya pusar peragaan iptek yang sudah ada sebelumnya yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta yang selanjutnya menjadi contoh untuk pengembangan di daerah lain. Di Yogyakarta dengan Taman Pintarnya, dan di Jawa Timur dengan Jawa Timur Parknya dan semoga segera menyusul daerah lain untuk membangun tempat wisata berorientasi pendidikan untuk anak-anak.
Taman Pintar dibangun mulai bulan Mei 2006 dan setahun kemudian pada tanggal 9 Juni 2007 diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X bersama dua menteri yaitu Menteri Riset dan Tekhnologi ( Menristek ), Kusmayanto Kadiman, P.h.D dan menteri Pendidikan Nasional ( Mendiknas ), Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA.
Makam Kota Gede
Kotagede masih menampakkan sisa-sisa wajahnya sebagai bekas pusat kerajaan besar di masa lampau. Situs terpenting yang kemungkinan membuat Kotagede tetap lestari, adalah adanya Makam Raja-raja Dinasti Mataram Islam serta Masjid Besar Mataram, yang sangat dimuliakan dan dihormati oleh Kasultanan Yogyakarta maupun Kasunanan Surakarta, dua kerajaan yang menjadi penerus Dinasti Mataram Islam.
Situs Makam Raja-raja Dinasti Mataram Islam serta Masjid Besar Mataram terletak hanya beberapa ratus meter di sebelah selatan Pasar Kotagede sekarang. Di kanan jalan, akan kita jumpai pohon beringin besar pada sebuah halaman yang cukup luas untuk ukuran Kotagede. Inilah pintu gerbang utama memasuki kedua situs itu.
Di sisi kiri dan kanan halaman ini terdapat sepasang bangsal terbuka yang dipergunakan para peziarah untuk beristirahat. Bangsal sebelah selatan dipayungi oleh pohon beringin besar dan rindang, yang disebut Waringin Sepuh. Konon, pohon yang sangat tua ini ditanam oleh Kanjeng Sunan Kalijaga yang sudah ada sejak tempat ini dibangun hampir 5 abad yang lalu. Sebagian orang percaya, daun-daunnya yang berguguran ke tanah memiliki tuah tertentu. Mereka mencari 2 helai daun yang jatuh dalam kondisi terbuka dan tertutup, lalu membawanya dalam perjalanan sebagai bekal keselamatan.
Anda dapat mengunjungi Makam Kota Gede ini untuk berziarah bersama rekan, keluarga, maupun saudara.
Makam Imogiri
Permakaman Imogiri, Pasarean Imogiri, atau Pajimatan Girirejo Imogiri merupakan kompleks permakaman yang berlokasi di Imogiiri, Bantul, D.I.Yogyakarta. Pemakaman ini dianggap suci dan kramat karena yang dimakamkan disini merupakan raja-raja dan keluarga raja dari Kesultanan Mataram. Permakaman Imogiri merupakan salah satu objek wisata di Bantul. Makam Imogiri dibangun pada tahun 1632 oleh Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo yang merupakan keturunan dari Panembahan Senopati Raja Mataram I. Makam ini terletak di atas perbukitan yang juga masih satu gugusan dengan Pegunungan Seribu.
Sendratari Ramayana
Sendratari Ramayana di Indonesia pertama kali dipentaskan pada 26 Juli 1961 di panggung terbuka Candi Prambanan Pertunjukan pertama kali ini digagas oleh Letjen TNI (purn) GPH Djati Kusumo yang pada bulan April 1961 membentuk tim proyek untuk membangun panggung terbuka di depan Candi Prambanan. Panggung terbuka yang dirancang Harsoyo dari Universitas Gadjah Mada berukuran panjang 50 meter, lebar 12 meter ini memiliki tempat duduk sampai 3.000 buah. Proyek Sendratari Ramayana koreografinya ditangani oleh Soerjohamidjojo dan Soeharso, melibatkan 865 orang terdiri dari penari, penabuh gamelan, dan perancang busana.
Sendratari Ramayana merupakan sendratari yang paling rutin mementaskan tari Ramayana sejak 1961. Panggung terbuka Candi Prambanan yang sebelumnya dibuat pada pertama kali pementasan tahun 1961 masih masuk dalam kompleks Candi Prambanan, sehingga kemudian dibuat panggung yang terletak di sisi barat daya candi. Pertunjukan panggung terbuka hanya bisa diselenggarakan pada musim kemarau dari bulan Mei – Oktober yang dibuka dari pukul 7.30 sampai 21.30 bergantung kondisi cuaca. Pertunjukan di gedung tertutup disajikan dalam format cerita penuh dari sejak Rama mengikuti sayembara sampai dengan pertemuan kembali Rama dengan Sinta.
Museum 3 Dimensi Trick Art
Sebuah wahana baru ada di Yogyakarta, museum 3D Trick Art yang bertempat di area basement Gedung Umar Kayam XT Square seluas 1.500 m2. Di dalam museum, terpasang 120 gambar tiga dimensi yang secara berkala gambar-gambar tersebut akan diganti gambar yang baru. Fasilitas area De MATA Trick Eye Museum dilengkapi AC, radio mall, kafetaria, toko souvenir, toilet dan tempat parkir. Kehadiran De MATA Trick Eye Museum di XT Square menurutnya merupakan sesuatu yang baru, unik dan spektakuler.
Ini adalah wahana luar biasa yang tercatat memiliki banyak karya seni 3D dibandingkan museum lain di belahan dunia manapun. Wahana ini unik karena menghadirkan beraneka gambar mulai dari tema alam, olahraga, tokoh, binatang, super hero, roman, sirkus, ornament, termasuk obyek wisata tamansari dan pagelaran kraton. Perlu diketahui tidak semua karya seni merupakan hasil karya lukisan namun merupakan hasil olahan digital print, tapi itu tidak jadi masalah karena hasil karyanya sangat menarik untuk dinikmati.
Sebuah wahana baru ada di Yogyakarta, museum 3D Trick Art yang bertempat di area basement Gedung Umar Kayam XT Square seluas 1.500 m2. Di dalam museum, terpasang 120 gambar tiga dimensi yang secara berkala gambar-gambar tersebut akan diganti gambar yang baru. Fasilitas area De MATA Trick Eye Museum dilengkapi AC, radio mall, kafetaria, toko souvenir, toilet dan tempat parkir. Kehadiran De MATA Trick Eye Museum di XT Square menurutnya merupakan sesuatu yang baru, unik dan spektakuler. - See more at: http://jadwalevent.web.id/sensasi-3d-trick-art-di-museum-de-mata-xt-square-yogyakarta#sthash.z36tohrO.dpufSebuah wahana baru ada di Yogyakarta, museum 3D Trick Art yang bertempat di area basement Gedung Umar Kayam XT Square seluas 1.500 m2. Di dalam museum, terpasang 120 gambar tiga dimensi yang secara berkala gambar-gambar tersebut akan diganti gambar yang baru. Fasilitas area De MATA Trick Eye Museum dilengkapi AC, radio mall, kafetaria, toko souvenir, toilet dan tempat parkir. Kehadiran De MATA Trick Eye Museum di XT Square menurutnya merupakan sesuatu yang baru, unik dan spektakuler. - See more at: http://jadwalevent.web.id/sensasi-3d-trick-art-di-museum-de-mata-xt-square-yogyakarta#sthash.z36tohrO.dpufKeraton Solo
Keraton Kasunan Surakarta terletak di pusat kota Solo, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Pembangunan keraton dilakukan dari tahun 1743 hingga 1745. Konstruksi bangunan keraton menggunakan bahan kayu jati yang diperoleh dari Alas Kethu di dekat kota Wonogiri.
Arsitek keraton ini adalah Pangeran Mangkubumi, kerabat Susuhunan (raja Solo) yang kelak memberontak dan berhasil mendirikan kesultanan Yogyakarta dengan gelar Sultan Hamengku Buwana I. Jadi tidak mengherankan jika bangunan kedua keraton memiliki banyak kesamaan. Setelah pembangunan selesai, keraton baru yang diberi nama Keraton Surakarta Hadiningrat tersebut resmi digunakan oleh raja pada tanggal 17 Februari 1745.
Dalam museum pengunjung dapat menyaksikan benda-benda peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta dan beberapa fragmen candi yang ditemukan di Jawa Tengah. Koleksinya antara lain alat masak abdi dalem, senjata-senjata kuno yang digunakan keluarga kerajaan, juga peralatan kesenian. Koleksi menarik lain adalah kereta kencana, topi kebesaran Paku Buwana VI, Paku Buwana VII, serta Paku Buwana X.
Selanjutnya pengunjung bisa ke Sasana Sewaka yang berada di samping museum. Pada halaman Sasana Sewaka wisatawan harus melepaskan alas kaki untuk berjalan di hamparan pasir halus yang diambil dari Gunung Merapi dan Pantai Parangkusumo. Di sini, pengunjung dilarang mengambil atau membawa pasir halus tersebut.
Terakhir, ada menara yang disebut Panggung Sanggabuwana. Konon, menara digunakan oleh Susuhunan untuk bersemedi dan bertemu Nyai Rara Kidul, penguasa Pantai Selatan. Selain sebagai tempat semedi, menara ini juga berfungsi sebagai menara pertahanan untuk mengontrol keadaan di sekeliling keraton.
Tawang Mangu
Tawang Mangu adalah sebuah kecamatan di kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kecamatan ini ternama karena merupakan daerah wisata yang sangat sejuk.
Tawang Mangu dikenal sebagai objek wisata pegunungan di lereng barat Gunung Lawu yang bisa ditempuh dengan kendaraan darat selama sekitar satu jam dar Kota Surakarta (Solo). Tempat ini sejak masa kolonial Belanda telah menjadi tempat berwisata. Obyek tujuan wisata utama adalah Air Terjun Grojogan Sewu (tinggi 81 m). Di tempat tetirah ini tersedia berbagai sarana pendukung wisata seperti Kolam Renang dan berbagai bentuk penginapan. Dari Tawang Mangu dapat dimulai pendakian ke puncak Gunung Lawu (Pos Cemorokandang). Selain itu, dari sini terdapat jalan tembus yang menuju ke Telaga Sarangan di Magetan lewat Cemorosewu.
Tawang Mangu berada pada area pegunungan yang subur dikelilingi oleh hutan dan perbukitan. Namun kota kecil ini telah terkenal hingga ke manca negara karena kawasan ini merupakan obyek pariwisata yang cocok untuk dijadikan pilihan saat berlibur maupun berdarma wisata.
Air Terjun Sri Getuk
Air Terjun Sri Gethuk merupakan objek wisata alam yang lokasiya terletak di Dusun Menggoron, desa Bleberan, kecamatan Playen, kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Air Terjun Sri Getuk ini berada di tepi Sungai Oya, dan sedang dalam proses pengembangan untuk menjadi destinasi wisata andalan kabuaten Gunung Kidul agar menarik perhatian para wisatawan bahwa tidak hanya pantai dan pegunungan saja yang disuguhkan.
Air Terjun Sri Gethuk atau disebut juga sebagai Air Terjun Slempret. Nama Slempret sendiri berasal dari legenda yang ada di desa Bleberan. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, air tejun ini merupakan pusatnya para jin dengan pimpinan Jin Anggo Menduro.
Air terjun ini bermula dari tiga sumber mata air: Kedungpoh, Ngandong, dan Ngumbul. Ketiga sumber mata air tersebut mengalir menjadi satu dan membentuk butiran-butiran air yang jatuh dari tebing bebatuan karst yang tandus.















